Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

"Teman 48jam"

Hei kalian. Sudah rindu belum? Seharusnya saya, kalian, kita bukan “teman baru” lagi kan. Dua hari bersama walaupun tidak 48 jam sama-sama rasanya sudah cukup untuk mengakrabkan kita semua ya. Iya. Seharusnya kita bukan “teman baru”. Sudah dari tahun 2015 kita bersama di fakultas hukum. Cuma ya memang terlalu banyak faktor yang membuat kita sepertinya hampir tidak pernah saling menyapa. Sampai hari itu tiba. Kita semua ditempatkan pada satu kegiatan yang saya yakin di antara kalian pasti ada yang ogah-ogahan saat ditunjuk sebagai delegasi untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dari pagi yang masih duduk terpisah-pisah sampai akhirnya jam makan siang tiba, kita berkumpul dengan alasan “kita kan satu fakultas, sama-sama dari hukum ayok kumpul bareng”. Jujur ya, ada beberapa atau bahkan hampir semua dari kalian yang baru saya kenal siang itu. Awalnya agak segan bertegur sapa, saya memang pemalu (iya elsa iya hahaha), tapi siang itu rasanya salah kalau saya hanya diam di antar...

Obat

Setelah ngalamin patah hati terhebat saya sering bilang kalo "patah hati terhebat harus disembuhkan dengan cara yang hebat juga". Dan setelah itu saya ngambil langkah besar. Mencari obat hebat itu yang dapat menyembuhkan dengan cara yang hebat pula. Rasanya berhasil. Lalu beberapa orang datang untuk berkata "kasih tips dong supaya bisa cepet move on ". Pertama yang harus kamu tau, yang namanya proses move on itu tidak ada yang cepat. Namanya juga proses, butuh waktu. Sama kayak waktu pacaran, ada proses pendekatannya. Kalo pendekatan diawali sama perkenalan, chatingan , perhatian, berubah jadi orang lain dulu (sok gini, sok gitu), nyaman, terus pacaran. Sama, move on  ada prosesnya juga. Ditinggalin, galau banget, menyesal (udah bikin kesalahan/udah pernah kenal dia), sok tegar, sadar kalo ternyata selama ini cuma sok tegar doang, nangis sepanjang malam, menyendiri berharap kesendirian mampu menghapus jejak kehadirannya di hatimu, sampai akhirnya kamu capek d...

Nay's (2)

... Selama di kota kelahirannya Naya tinggal bersama tantenya yaitu adik kandung dari Ibu Naya. Namanya tante Hani. Tante Hani adalah wanita berumur 33 tahun dan belum menikah. Mengakunya belum bertemu dengan pria yang cocok dengannya dan masih fokus dengan pekerjaannya yang sekarang. Pantas saja tante Hani masih memiliki jiwa muda. Mereka berdua tinggal di suatu perumahan dalam rumah model minimalis dengan dominasi cat putih yang bersih dan rapih. Di depan rumah terdapat lahan yang tidak terlalu luas dan dimanfaatkan sebagai taman kecil yang ditumbuhi beberapa tanaman dan bunga-bunga yang cantik. Malam itu Naya sampai di rumah pukul setengah delapan malam yang langsung disambut oleh tante Hani. “Dari mana aja Lu? Belom mandi deh pasti. Mau tante bikini air panas gak buat mandi?” Ilu adalah panggilan keluarga dari Naya masih kecil. Entah dari mana kata “Ilu” itu muncul, padahal nama lengkapnya adalah Kanaya Aksara, tidak ada unsure Ilu sama sekali. Tapi begitulah panggil...

Nay's (1)

... Lagu Man Upon The Hill dari Stars and Rabbit masih mengalun kencang di telinga Naya melalui earphone yang dikenakannya saat seorang pelayan sebuah café menepuk punggungnya untuk menawarkan menu, dengan segera Naya melepas earphone nya. “Selamat siang mbak, mau pesan apa?” tanya si pelayan. “Saya pesen green tea lattenya aja dulu satu ya mas.” Jawab Naya sambil mengembalikan buku menu yang diberikan pelayan tadi. Setelah menulis pesanan Naya si pelayan langsung meninggalkan Naya dengan sebelumnya berucap “Terimakasih, ditunggu ya mbak pesanannya.” Sudah 2 hari Naya sampai di tanah kelahirannya. Untuk saat ini dia masih tinggal bersama tantenya (adik dari Ibu Naya). Dia sempat berpikir untuk mencari kost-kostan namun tantenya memaksanya untuk tinggal bersamanya saja. Sekarang dia sedang berada di sebuah café untuk bertemu dengan teman kecilnya semasa SD dulu. Sekitar beberapa menit setelah memesan minumannya, akhirnya pesanannya datang juga. Hari itu café yang di...

Nay's

Mata Naya masih lekat memandang awan-awan yang berlalu lalang di bawahnya. Dia sedang ada dalam pesawat yang akan membawanya pergi jauh meninggalkan kota yang sudah selama 10 tahun belakangan ini menjadi tempat tinggalnya. Pikirannya melayang menuju suatu waktu saat dia dan sang Ayah sering beradu mulut karena kesalah pahaman. Mulai dari masalah sepele sampai masalah besar, semua hal yang dia lakukan rasanya selalu salah di mata sang Ayah. Hal itulah yang membawa Naya memilih untuk meninggalkan kota itu dan sang Ayah serta istri baru bersama “keluarga barunya”. Ibu kandung Naya sudah meninggal 10 tahun lalu karena sakit yang dideritanya. Setelah sang Ibu meninggalkan Naya dan Ayahnya, mereka memilih untuk pindah dan menjalani hidup di tempat yang baru dengan suasana yang baru. Bagi Ayah Naya mungkin keputusan itu tepat untuk menjauhkan diri dari rasa sedih yang berkelanjutan, namun tidak bagi Naya. Naya yang 10 tahun lalu masih berumur 12 tahun masih sering merasakan sedih dan rin...

MENANGISLAH (Tulisan Seorang Manusia Biasa)

Pernah gak sih kamu ngerasa suatu hal itu lucu banget, kamu ketawa sejadi-jadinya karena apa yang kamu liat, denger, saksikan itu lucu banget sampe akhirnya air mata kamu keluar? Pernah gak sih kamu ngerasa sangat bahagia entah kamu lulus, dapet kejutan dari pacar, atau bisa ketemu lagi sama orang-orang tersayang setelah lama pisah, kamu bahagia banget sampe air mata bahagia kamu menetes? Atau pernah gak sih kamu ngerasa mellow banget kayak misalnya nonton film yang sedih aja air mata kamu bisa ngalir karena kamu mendalami film itu dan akhirnya nangis sesenggukan? Nangis emang hal yang wajar. Itu manusiawi. Mau kamu cewek atau cowok, gak ada yang salah dari yang namanya menangis. Menangis itu salah satu cara buat ngurangin stress. Itu juga salah satu hal yang wajar dilakuin sama orang yang baru aja “PATAH HATI”. Kalo kata Last Child ”engkau yang sedang patah hati menangislah dan jangan ragu untuk ungkapkan”. Saat kamu ngerasain patah hati apa yang biasanya kamu la...

COFFEE GARDEN

Gambar
”Grevi, kau memang cantik di kelas ini, tapi kedua setelah saya” – Wandry Jadi ini yang terjadi sama hidup gua selama SMA. Selama ini gua udah banyak nulis tentang masa SD, SMP, kuliah, dan ngelompat masa SMA gua. Masuk di SMA 3 Palu adalah… “BENCANA”! Bukan satu dari beberapa SMA yang pengen gua masukin selulus SMP. Tapi yaa mau gimana lagi, bokap maksa banget supaya gua masuk di sekolah itu. Iya tau, pasti karena jarak sekolah itu yang deket dari rumah gua-.- Kata orang masa SMA adalah masa yang paling indah, tapi kayaknya gak akan terjadi dalam hidup gua sih kalo gua masuknya di sekolah yang gak gua pengenin. By the way kelas satu SMA gua tuh udah niat banget kalo gua akan ngejalanin 3 tahun SMA dengan hanya ke sekolah, numpang belajar, and   make no friends . Gila gak sih? Hahaha. Tapi yaa karena emang dasarnya gua extrovert kali yaaa, jadi gua gak bisa sendirian mulu. Akhirnya gua punya temen (dan pacar, PYAR hahaha). Kelas 10 gua duduk di kelas 10A. katanya sih...

Patah Hati Terhebat

Lapangan tidak akan pernah aku salahkan karena jadi tempat pertama aku melihatmu. Sama seperti aku tidak akan pernah menyalahkan hatiku yang terlalu cepat jatuh hati saat pertama melihatmu. Hei, 5 bulan berjalan sangat cepat. Semuanya terasa sangat indah. Kalau tidak buatmu, itu tetap terasa indah buatku. Tidak usah ku ceritakan betapa indahnya karena orang disekitarku tidak akan mengerti. Mungkin kamu yang akan membaca tulisan ini pun tidak akan mengerti. Tapi 1 bulan belakangan, entah kamu atau aku yang berubah, yang jelas keadaan sudah benar-benar berubah dan waktu terus melangkah pergi meninggalkan aku dengan perasaan yang sama dengan perasaanku 6 bulan yang lalu. Tulisan ini tidak akan bertele-tele dan tidak akan sepanjang biasanya. Yang jelas, malam ini, tepat saat hujan mengguyur kota Palu, saat ini juga aku berjanji ini air mata terakhir yang menetes. Jangan tanya kenapa masih harus menangis. Jangan menghakimi kalau aku hanya cewek lemah yang selalu di bodohi cinta. Jan...

Pertama di 2017 nih! (Readers Kangen Gua gak?)

Sup readers kepo penuh harapan di 2017?! Hahaha Udah lama banget gak sih gua gak nulis di ruang merah muda gua ini. Dari Desember gua gak nulis, dan akhirnya TADAAA gua nulis lagi di hampir penghujung Januari 2017. FYI dari kemaren-kemaren itu laptop gua kayak rusak gitu (mood nulisnya belom ada juga sih) yaa gitulah pokoknya. By the way, gimana cerita akhir tahun kalian? Seru? Barengan siapa? Atau biasa aja? Masih tetep jomblo? #Yaelahbro udah 2017 masih jomblo aja lau? (sama sih, yaudah lanjut). Oh iya untuk kalian semua yang baru ngunjungin blog gua which is “Ruang Merah Muda” gua, welcome to my blog! Buat yang penasaran gua orang apa dan blablabla bisa di buka deh postingan postingan gua sebelumnya. Gua udah kangen berat sih pengen banget nulis lagi. Bagi cerita tentang project novel kedua gua yang pernah gua share di tulisan gua sebelumnya, itu masih mandek gitu sih, selain laptop gua yang masih mood-mood’tan, waktunya juga belom ada sih, sama inspirasinya juga. Huu...