Patah Hati Terhebat

Lapangan tidak akan pernah aku salahkan karena jadi tempat pertama aku melihatmu. Sama seperti aku tidak akan pernah menyalahkan hatiku yang terlalu cepat jatuh hati saat pertama melihatmu.

Hei, 5 bulan berjalan sangat cepat. Semuanya terasa sangat indah. Kalau tidak buatmu, itu tetap terasa indah buatku. Tidak usah ku ceritakan betapa indahnya karena orang disekitarku tidak akan mengerti. Mungkin kamu yang akan membaca tulisan ini pun tidak akan mengerti.

Tapi 1 bulan belakangan, entah kamu atau aku yang berubah, yang jelas keadaan sudah benar-benar berubah dan waktu terus melangkah pergi meninggalkan aku dengan perasaan yang sama dengan perasaanku 6 bulan yang lalu.

Tulisan ini tidak akan bertele-tele dan tidak akan sepanjang biasanya.

Yang jelas, malam ini, tepat saat hujan mengguyur kota Palu, saat ini juga aku berjanji ini air mata terakhir yang menetes. Jangan tanya kenapa masih harus menangis. Jangan menghakimi kalau aku hanya cewek lemah yang selalu di bodohi cinta. Jangan kasar sampai harus berkata "saya kan sudah memperingatkan!".

Maafkan aku yang sudah terlalu lama mengganggumu. Tidak banyak yang bisa aku sampaikan, ini terlalu berat untuk diungkapkan lewat tulisan maupun kata-kata. Baru kali ini rasanya jemariku kaku mengetik tentang perasaan yang aku rasakan. Atau mungkin perasaanku yang sudah mulai mati untuk merasa sepeninggalmu. Aku tahu aku sudah harus mencoba berdiri lagi di kaki sendiri dan mencoba berjalan. Maka dari itu, terimakasih untuk mu karena sudah pernah datang, menyisakan rasa dan mengosongkan kembali ruang ini. Tidak mengapa. Kalaupun kamu adalah kesalahan buatku, kamu akan tetap menjadi kesalahan terindah.

Aku pamit kak:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 (Best Friend Forever)

A Sucker for LOVE (JANGAN DIBACA)