Ruang Merah Muda
Di suatu siang aku terbangun namun tak langsung bergegas melakukan sesuatu. Aku diam sejenak menikmati suara dedaunan yang tertiup angin, kicauan burung yang sesekali memeriahkan langit biru di tengah teriknya matahari. Sungguh suasana yang sangat aku sukai. Ya, kalo di suruh memilih aku memang lebih memilih untuk menyendiri di suatu tempat, hanya ditemani kesunyian, dan pikiran-pikiranku yang terbang jauh melayang entah ke masa lalu atau mencoba membayangkan masa yang akan datang. Tapi siang itu pikiranku lebih memilih untuk pergi ke masa yang sudah lewat. Makassar… Makassar waktu itu sangat panas. Aku duduk di lantai dua sebuah gedung bersama temanku. Tak ku sadari aku sedang menatap seorang lelaki yang duduk di salah satu sudut ruangan sedang mengutak-atik telfon genggam miliknya. Aku di Makassar bersama teman-teman dalam rangka mengikuti bimbingan belajar. Namun karena kami dari luar kota makanya kami diasramakan di tempat itu bersama dari teman-teman dari kota...