Jika "Iya"
Aku tahu menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Menunggu menjadi hal yang sebisa mungkin dihindari, buatku dan mungkin juga buatmu. Menunggu itu meresahkan. Menunggu itu membingungkan. Menunggu itu membosankan. Menunggu itu lama. Menunggu itu membuatku tidak sabar. Apa lagi menunggu untuk hal yang tidak pasti adanya. Misalnya sebuah harapan. Teruntuk kamu, yang aku tidak tahu apakah kamu masih menyimpan rasa yang sama, apakah kamu masih menyimpan harapan yang sama, apakah kamu masih menunggu dengan hati yang sama sampai sekarang. Tapi kalaupun jawaban dari semua pertanyaan itu adalah “iya” aku hanya ingin berterima kasih atas segala yang telah kamu korbankan dalam penantianmu. Dalam pencarianku, aku tidak pernah bermaksud untuk membuatmu menunggu begitu lama. Bukan maksudku untuk membiarkanmu diam dengan semua harapan yang ada di hati atau mungkin hanya ada di pikiranmu. Bahkan dengan kasar aku bisa mengatakan bahwa bukan salahku jika sampai sekarang kamu masih menun...