Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

"Baper Ditanggung Pemenang"

Tanpa melawan lupa sampai pada saat ini mengenai kejadian yang terjadi pada 28 September yang lalu. Saya turut berduka cita untuk mereka yang kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Sayapun merasakan duka yang sama. Namun hidup terus berjalan. Saya rasa sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dan memulai kembali. Cerita kali ini bukan tentang 28 September. Seperti biasa, cerita kali ini akan bercerita tentang perjalanan hati yang tidak pernah berlabuh. 8 hari lagi 2018 akan segera berakhir. Terima kasih atas waktu yang sudah diberikan. Terima kasih atas banyak kesempatan. Terima kasih atas hati yang telah diluluhkan selama ini. Sudah lama rasanya kita tidak saling menyapa. Kamu ada di depanku tapi saya lebih memilih untuk tidak menegurmu. Saya memilih untuk terus berjalan lurus, melirikpun rasanya enggan. Ego membuatku terlihat sombong. Padahal kemarin saya dan kamu pernah punya sedikit cerita. Saya ingat persis dimana, kapan dan apa yang menjadi topik pertama perc...

Jika "Iya"

Aku tahu menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Menunggu menjadi hal yang sebisa mungkin dihindari, buatku dan mungkin juga buatmu. Menunggu itu meresahkan. Menunggu itu membingungkan. Menunggu itu membosankan. Menunggu itu lama. Menunggu itu membuatku tidak sabar. Apa lagi menunggu untuk hal yang tidak pasti adanya. Misalnya sebuah harapan. Teruntuk kamu, yang aku tidak tahu apakah kamu masih menyimpan rasa yang sama, apakah kamu masih menyimpan harapan yang sama, apakah kamu masih menunggu dengan hati yang sama sampai sekarang. Tapi kalaupun jawaban dari semua pertanyaan itu adalah “iya” aku hanya ingin berterima kasih atas segala yang telah kamu korbankan dalam penantianmu. Dalam pencarianku, aku tidak pernah bermaksud untuk membuatmu menunggu begitu lama. Bukan maksudku untuk membiarkanmu diam dengan semua harapan yang ada di hati atau mungkin hanya ada di pikiranmu. Bahkan dengan kasar aku bisa mengatakan bahwa bukan salahku jika sampai sekarang kamu masih menun...