12 (Best Friend Forever #5)



Setelah sekian banyak hal yang dilakuin sama-sama 12 akhirnya 12 harus terpisah-pisah karena mereka harus menuju ke jenjang pendidikan yang lebih lanjut lagi (SMA). Mereka mulai terpisah-pisah karena tidak semuanya bersekolah di sekolah yang sama. Hanya ada beberapa orang yang bersekolah di sekolah yang sama. Pada awalnya mereka melewati semuanya dengan baik. Komunikasi mereka masih terjalin dengan baik, tapi lama kelamaan hubungan mereka tidak seerat dulu. Apa lagi si Onge yang mulai menjauh karena faktor X. Selang beberapa bulan, terdengar kabar yang sangat mengejutkan untuk anggota 12. Salah satu anggota 12 mengalami musibah dan menghilang beberapa saat. Namun tak berapa lama kemudian mereka kembali berkumpul lagi.

Tahun 2014 menjadi masa paling berat yang dialami anggota 12. Rabu tanggal 9 April 2014 anggota 12 berkumpul di rumah Emot untuk merayakan ulang tahunnya yang sempat tertunda. Mereka berkumpul semua kecuali Onge karena ada urusan lain. Ada pemandangan lain yang waktu itu tidak disadari anggota 12 yang lain. Pada malam itu, Penyya menjadi sosok yang tidak biasanya, dia jadi pendiam dan lebih banyak menyendiri. Dari pribadi yang sangat gokil, periang, dan gak pernah diem, dia berubah 180 derajat. Pada malam itu pula untuk pertama kalinya dia menceritakan cita-citanya pada anggota 12. “Mau jadi Polisi” katanya. Waktu itu juga si Pempe ngajak Penyya untuk foto sama-sama, menerut yang di bilang sama Pempe, “Rasanya badannya ada sama kita, tapi auranya beda sekali.” :’)

Sabtu, 12 April 2014. Pukul setengah sembilan malam, sms masuk ke semua handphone anggota 12. Pas di buka sms dari Emot, isinya “Wee, kenapa Penyya ? betulan meninggal ?” saat itu semua anggota 12 tidak percaya sama sekali. Merekapun masing-masing mencari konfirmasi dengan cara masing-masing pula. Anggota 12 dari kesibukan masing-masing, tersentak. Akhirnya mereka memilih untuk mencari kebenarannya secara langsung. Beberapa anggota 12 langsung bergegas menuju ke rumah Penyya. Waktu itu Bondeng dan Onge pergi sama-sama dari rumah Onge. Di jalan mereka hanya bisa menangis dan berharap kalau berita tadi hanya bohong. Jarak semakin dekat dengan rumahnya Penyya belum ada tanda apa-apa. Tapi betapa terkejutnya Onge dan Bondeng saat sampai di rumah Penyya. Bendera putih pertanda duka sudah terpasang di depan rumah Penyya. Rumahnya di penuhi oleh anak-anak muda yang tentu saja temannya Penyya. Saat turun dari mobil disana sudah ada Pempe, Tebu, Bibir, Jonnga, dan menyusul Lalod. Merekapun menangis saat tau kalau Penyya sudah betul-betul tiada. Waktu itu Cahyo dan Lemod sedang ada acara mendaki gunung jadi mereka tidak dapat sinyal di gunung. Keesokan harinya anggota 12 sudah terkumpul lengkap kecuali Cahyo dan Lemod. Anggota 12 yang lain sudah bingung bagaimana caranya untuk bisa menghubungi mereka karena tidak lama lagi Penyya akan di makamkan. Tidak lama kemudian, handphone salah satu anggota 12 berbunyi, telfon dari Cahyo. Dia tanya kalau berita tentang Penyya meninggal itu betul adanya. Setelah dia tau kalau Penyya sudah betul-betul meninggal, akhirnya dia dan Lemod segera menuju kota Palu dengan kecepatan yang tinggi. Beruntung sebelum Penyya di makamkan mereka masih sempat ada di rumah duka. Saat itu semua orang menangis. Penyya terlalu banyak meninggalkan kenangan-kenangan indah khususnya bersama 12. Teringat lawakan-lawakan gokil, candaan-candaan lucu, yang keluar dari mulutnya. Lesung pipinya yang indah menghiasi wajahnya, 3 tahun bersama dia rasanya belum cukup untuk mengisi tawa anggota 12. Anggota 12 berkabung 12 April 2014. Tidak ada yang pernah menyangka kalau salah satu anggota 12 akan pergi secepat itu. Sekian banyak kejadian yang terjadi tapi pada akhirnya Penyya yang mendahului anggota 12 yang lainnya.
Itulah sedikit perjalanan anggota 12. Sampai kapanpun, anggota 12 akan tetap 12, apapun yang terjadi. Persahabatan yang indah yang mereka jalin akan tetap abadi sampai kapanpun. Kehilanganpun tidak akan membuat angka 12 berubah menjadi angka yang lain. Bahkan rasa kehilangan membuat mereka makin sadar untuk terus menjaga dan menyayangi satu sama lain. :’)


By : Elsa Euodia Kandori.
Adopted from true story.
Dedicated for our beloved best friend Alm. Penyya (Fadel Muhammad)

Tunggu selanjutnya... :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

12 (Best Friend Forever)

Patah Hati Terhebat

A Sucker for LOVE (JANGAN DIBACA)